Jumat, 14 Juni 2013

Versi Teks Date a Live episode 7 bagian 4

Esok harinya, Shido bersekolah seperti biasanya, tanpa tahu apa yang telah terjadi kemarin…

Tama-sensei sudah masuk kelas dan sedang mengabsen, “Shimada-san?”
“Hadir!”
“Suzuki-kun?”
“Hadir!”
“Tokisaki-san?”

“…” Tidak ada yang menyahut.

“Tokisaki-san? Tokisaki-san?”

“Are?” ucap Shido.
“Kurumi tidak datang?” Tohka bertanya-tanya.

“Dia tidak datang.” Ucap Tobiichi. “Tokisaki Kurumi tidak akan pernah datang lagi ke sekolah ini.”

“Ya ampun, padahal sudah kubilang untuk minta izin kalau tidak masuk sekolah…” ucap Tama-sensei.

“Hadir.”

“Eh?” Kurumi sudah berada di depan pintu masuk belakang kelas. “Tokisaki-san, kau terlambat.”

“Aku minta maaf. Aku merasa tidak enak badan saat berangkat ke sekolah tadi.” Ucap Kurumi.

“Ho.. dia datang.” Ucap Shido. Shido lalu melihat ekspresi Tobiichi yang sangat terkejut. “Origami?” ponsel Shido tiba-tiba bordering, ada sebuah pesan yang masuk. Shido lalu membukanya.

“Datanglah saat istirahat makan siang nanti ke lab fisika, ada sesuatu yang ingin kutunjukkan.” Bunyi pesan itu yang dikirim oleh Kotori. Shido hanya dapat bertanya-tanya, apa kira-kira yang akan Kotori tunjukkan padanya?


“Jadi, apa yang ingin kau tunjukkan?” tanya Shido serius. Di lab itu saat ini ada dia, Kotori dan Reine. Reine mengutak-atik komputernya sebentar, lalu di layar muncullah:

 
Game Fall in Love: My Little Shido 2. Load game…

“Se-sequel??”

“Oh, salah.” Ucap Reine. “Yang ini. Rekaman tempo hari…”

Shido melihat rekaman yang ditunjukkan. Disana nampak adik aslinya, Mana, sedang bicara dengan seseorang di sebuah gang gelap.

“Itu adalah… Kurumi dan Mana!” ucap Shido. Lalu rekaman menyorot ke atas, dan nampaklah TAR melayang di udara. “Origami dan TAR…? Kenapa??”

“Tentu saja karena ada Spirit.” Ucap Kotori.

Di rekaman lalu terlihat Mana yang mulai berubah dan lalu menggunakan pakaian TARnya lengkap dengan senjata. Sementara itu, Kurumi juga berubah dari baju seragamnya menjadi baju Spirit-nya.

“Pa-pakaian ASTral…?” tanya Shido.

Terlihat di rekaman Kurumi mulai menciptakan kekuatan gelap di tangannya, namun dengan cepat Mana menembakkan tiga tembakan sekaligus tepat di daerah sekitar jantung. Kurumi pun roboh dibuatnya.

Namun entah bagaimana, terlihat Kurumi bangkit kembali. Kali ini Mana menembakkan dalam skala besar, dan membuat Kurumi roboh lagi.  Mana berjalan mendekati tubuh Kurumi yang tergeletak, lalu…

Mana mengeluarkan pedangnya dan menggorok leher Kurumi. Shido menutup mulutnya melihat video itu, sepertinya Ia akan muntah.

“Ini…” ucap Shido yang tak mampu berkata-kata lagi. Reine mematikan video rekaman itu.

“Seperti yang kau lihat…” ucap Reine. “Tokisaki Kurumi dibunuh oleh Takamiya Mana dari TAR kemarin. Benar-benar kematian yang sempurna. Tidak diragukan lagi, dia memang sudah mati.”

“Tidak mungkin…” ucap Shido. “Tapi Kurumi datang ke sekolah seolah tidak pernah terjadi apa-apa!”

“Itu benar…” ucap Kotori.

“Kami juga belum tahu apa yang sebenarnya terjadi.” Ucap Reine.

Di suatu tempat yang remang-remang, Tobiichi memanggil Kurumi untuk berbicara.

“Eto… apa kau butuh sesuatu?” tanya Kurumi. “Aku belum makan siang.”

“Kau sudah mati kemarin.” Ucap Tobiichi langsung ke intinya.

“Aaah, begitu. Kau orang yang bersama Mana kemarin, kan?”

Tobiichi mundur dan menjaga jarak. Ia tak menyangka Ia yang tidak ikut dalam pertarungan bahkan diingat oleh Kurumi. Tiba-tiba, dari lantai muncul beberapa tangan putih yang memegang kaki Tobiichi hingga Ia tidak dapat bergerak.


Tangan – tangan itu lalu memanjang dan membenturkan Tobiichi ke tembok, lalu menguncinya agar tak bisa bergerak.

“Hihihi… aku takut kalau usahamu sia-sia. Kemarin itu menyenangkan sekali.” Ucap Kurumi sambil berjalan mendekati Tobiichi. “Apa kau sudah membersihkannya? Ma-yat-ku?” salah satu tangan putih itu sekarang mencekik Tobiichi.

“A-apa tujuanmu?”

“Jujur, aku ingin tahu bagaimana rasanya pergi ke sekolah.” Kurumi menyibak rambut yang menutupi mata kirinya, dan terlihat mata kirinya berwarna kuning sekilas. “Tapi tujuanku yang paling penting,… adalah Shido-san.”

Mata Tobiichi melebar mendengar hal itu.

“Aku sudah dengar itu…” ucap Kurumi. “Kau tergila-gila padanya. Tapi, sayang sekali. Aku punya perasaan yang jauh lebih kuat padanya daripada kau.”

Kurumi tersenyum licik lagi dan berbisik di telinga Tobiichi, “Dia laki-laki yang hebat. Dia adalah laki-laki terbaik! Dia sepertinya…” Kurumi menjilati bibirnya. “…Terlihat lezat.”

Nafas Tobiichi semakin tersengal-sengal mendengar itu.

“Ah~  aku menginginkannya! Aku sangat menginginkannya! Aku mau dia. Aku mau kekuatan miliknya. Aku mau dia menjadi milikku… dan bersatu dengannya.” Ucap Kurumi. Semakin banyak tangan-tangan putih yang muncul dari bawah, “Hihihihi! Hihihihihi!!”


                         


Bersambung ke: Date a Live episode 8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar