Jumat, 19 April 2013

Versi Teks Amnesia episode 2 bagian 2

Sebelumnya: Amnesia episode 2 bagian 1


“Tiga hari dua malam…” ucap Heroine setelah diskusi berakhir. “Apa aku akan baik-baik saja?”

“Jangan sampai menimbulkan kecurigaan, ya…” ucap Orion. “Apalagi jika sampai membuat kesalahan saat bepergian. Tapi, kunjungan ini juga kesempatanmu untuk mendapatkan ingatanmu kembali, jadi kita harus optimis.”

“Yah~”

“Kamu!” panggil Ken yang daritadi berada di belakang Heroine.

“Eh, ya?” tanya Heroine terkejut.

“Kamu sedang bicara dengan siapa disana?” tanyanya. “Bawa ini ke meja nomor 3.” Ucapnya memberikan sebuah kue ulang tahun pada Heroine.

“Kue ulang tahun?” tanya Orion. Tentu saja tidak ada yang akan menjawab.

“Sudah lama aku tidak melihatnya!” ucap Sawa yang tiba-tiba datang.


                                                                -----Amnesia-----                                      

Para karyawan menyalakan kembang api sebagai pengganti lilin dan menyanyikan lagu “Happy Birthday to you~” berulang-ulang di meja nomor 3. Heroine memperhatikan percikan-percikan bunga kembang api itu…

Lalu Ia teringat sesuatu…

Dalam ingatannya itu Ia dan Shin sedang duduk di sebuah undakan tangga. Shin memegang sebatang kembang api di tangannya dan nampak murung.

“Aku sudah membunuh…” ucap Shin. “Aku… sudah membunuh… seorang pria…”

DEEGG!!! Kesadaran Heroine kembali dan Ia sangat terkejut dengan ingatan yang didapatnya itu.

“Apa itu tadi?” tanya Orion. “Tadi itu Shin, kan? Apa itu pecahan ingatanmu lagi?”

Heroine hanya terdiam dan bingung.

“Membunuh?” pikirnya.

Sawa menggerak-gerakkan kedua tangannya di depan wajah Heroine untuk menyadarkan gadis itu dari lamunannya. “Ada apa?”

“Eh? Bukan apa-apa…” ucap Heroine. “Bukan apa-apa..” ulangnya pelan.

Meido no Hitsuji sudah tutup, dan nampak para karyawan berkumpul di dalamnya. Toma berjalan masuk ke ruangan itu, sepertinya Ia baru saja datang. Begitu datang Ia langsung mengambil tempat duduk strategis, di sebelah Heroine.

“Semoga besok tidak hujan.” Ucap Toma pada Heroine.

“Ha? Ah, ya, kau benar…” ucap Heroine.

“Bisa gawat jika hujan dan kau tidak melihat’nya’.”

“Tidak bisa melihat apa?” tanya Heroine.

Ekspresi Toma terlihat sedikit terkejut namun Ia cepat merubah ekspresinya dan kembali tersenyum, “Apa maksudmu? Itu kan idemu.” Di tempat duduk di seberang mereka, Shin duduk disana dan bergabung.

“Ideku?” tanya Heroine. Kali ini ekspresi Toma benar-benar bingung.

“Ini gawat~~~” ucap Orion melihat tatapan Shin yang juga bingung, namun tegas. “Shin juga curiga padamu~”

Toma mendekatkan jarak duduknya dengan Heroine, “Kau kan bilang, ingin melihat pesta hujan meteor Mnemid.”

“Ikuti saja kata-katanya~” ucap Orion.

“Ah, benar juga.” Ucap Heroine.

“Haha, memangnya apa lagi?”

“Aku lupa.” Ucap Heroine, sementara Shin menatapnya dengan tatapan curiga.

“Kau sekarang jadi pelupa, ya!”

Ken melihat handphone-nya, “Menurut ramalan cuaca, sepertinya akan cerah.” Ucapnya.

“Aku yakin pemandangannya akan indah.” Ucap Ikki. “Aku sudah tidak sabar untuk melihat hujan meteor.”

Heroine tersenyum. “Aku juga ingin melihatnya…” pikirnya.

“Hei, kau sudah belajar?” tanya Toma pada Shin.

“Aku datang karena sudah belajar.” Ucap Shin sinis.

“Iya juga, ya.” Ucap Toma. Ia lalu melirik Ken, “Ngomong-ngomong, Kento-san, kau lulusan matematika, kan?” lalu Ia melirik Shin lagi, “Kenapa kau tidak meminta dia mengajarimu?”

“Aku tidak keberatan, tapi siapkan dulu pertanyaanmu sebelum belajar.” Ucap Ken. “Jadi aku tidak perlu membuang waktu untuk mengajarimu masalah yang mudah.”

Shin tersenyum.

“Semuanya sudah datang, ya?” ucap manager yang datang entah darimana. “Sekarang, aku akan memulai rapat yang akan membahas kunjungan kita akhir pecan ini, tanggal 8 Agustus.” Ucapnya. Kusarankan para pembaca mengingat tanggal ini. “Untuk meningkatkan hubungan antar staff Meido no Hitsuji, aku berencana untuk mengumpulkan kita semua dalam satu atap. Tapi, sudahlah, jangan terlalu serius. Semuanya, mari bersenang-senang!”

Semuanya tertawa gembira mendengar itu, termasuk Heroine.

Heroine berjalan pulang menyusuri trotoar bersama Orion.

“Sepertinya kita berhasil.” Ucap Orion.

“Tapi, banyak sekali yang aku tidak tahu.” Ucap Heroine. “Mungkin saja semua orang sudah curiga karena aku bertingkah aneh.”

“Uhh~ saat ini, Mine(???) dan Shin harus kita waspadai, mereka sepertinya curiga padamu.” Ucap Orion. “Benar juga, mugkin kau juga bisa bertanya sesuatu yang bisa menjadi petunjuk tentang ingatanmu.”

“Benar… seandainya saja aku bisa melakukannya…”

“Maaf, aku sudah berusaha, tapi itu belum cukup, ya?”

“Itu tidak benar.” Bantah Heroine. Ia tersenyum. “Aku senang kau ada disini.”

“Ehehehe… aku juga senang mendengarnya.” Ucap Orion. “Tapi, sampai saat ini belum ada ingatanmu yang kembali.”

“Benar…” ucap Heroine menyebrang jalan dengan ekspresi melamun(?) lalu tiba-tiba sebuah mobil ber-plat 21-504(?) membunyikan klakson-nya dengan keras dan meminta Heroine menyingkir dari jalan. Namun sepertinya sudah terlambat, dan…. BRAAAKKK!!!

Bercanda. :p

Orion berusaha menghalangi mobil itu dengan kekuatan bulan(?) eh, maksudnya kekuatan rohnya, namun tepat saat itu juga tangan Heroine ditarik oleh seseorang untuk menyingkir dari zebra cross.

Heroine membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang menolongnya, dan ternyata itu adalah serang laki-laki dengan rambut hijau panjang.

“Lampunya merah.” Ucap laki-laki itu.

“Ah, maaf!” ucap Heroine.

“Berbahaya sekali tadi itu… dulu juga pernah terjadi, kan?” ucap laki-laki itu. Heroine agak terkejut dengan apa yang dikatakan laki-laki itu. Dulu? Pernah terjadi?

“Hah?”

Laki-laki itu menatap Heroine dengan tatapan yang aneh… seolah mencari sesuatu di mata Heroine… seolah memastikan ekspresi Heroine adalah suatu kebohongan belaka…

“Kau tidak mengingatku, ya?” tanya laki-laki itu.
Selanjutnya: Amnesia episode 2 bagian 3
http://esti-widhayang.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar