Sabtu, 09 Februari 2013

Versi Teks Kakashi Gaiden Chapter 3

Sebelumnya: Kakashi Gaiden Chapter 2

Kisah Kakashi~ bocah yang hidup di jaman peperangan…

Impian untuk menjadi pahlawan yang sesungguhnya di kemudian hari… Bocah keturunan clan Uchiha maju ke medan perang!

Obito terdiam, Ia mengerti kesedihan Kakashi. Dan fajar telah datang mengakhiri istirahat malam team Minato…

“Sebentar lagi lukanya akan tertutup,…” ucap Rin yang sedang membalut luka Kakashi. “Tapi kalau kamu banyak bergerak, lukanya akan terbuka…”

“Oke.” Ucap Kakashi mengerti.

“Oke, Ayo!!” ucap Minato mengajak murid-muridnya untuk mulai bergerak.
“Oke!!!” sahut ketiganya.

Setelah beberapa saat berjalan, mereka akhirnya sampai di hutan bambu…
“Dari sini, kita berpencar menjadi dua tim. Semuanya, lakukanlah yang terbaik!” ucap Minato. “Kemarin hanya kebetulan musuh bertarung secara individu. Justru sekarang, akan menjadi pertarungan tim. Berhati-hatilah.”

“…” mereka bertiga terdiam, tentu saja kata-kata itu agak menurunkan kepercayaan diri mereka. Kemudian Obito membuka keheningan,

“Ayo berangkat,… Pemimpin!” ucapnya. Kakashi menengok ke arah temannya itu seakan ingin memastikan apa yang barusan didengarnya. Rin juga ikut-ikutan menoleh kaget. Minato tersenyum, sementara Obito memalingkan wajahnya.

“Baiklah, ayo!!” Minato menaikkan satu tangannya ke atas dengan bersemangat.

“Baik!!” dan pada saat tangan Minato turun ke bawah,…

“Berpencar!” Syaaatt!!! Syaattt!! Keempat ninja itu berpencar.


Setelah cukup lama berlari, Kakashi, Obito dan Rin sampai di sebuah danau yang dikelilingi oleh batu-batu besar. Danau itu masih berada di dalam hutan bambu itu.

Diantara bebatuan, nampak dua orang shinobi musuh bersembunyi.
“Oi, si Mahiru belum kembali…” ucap salah satu shinobi itu. Ternyata shinobi musuh yang sebelumnya melawan tim Kakashi itu adalah teman mereka, dan namanya Mahiru. “Dia tidak mungkin dilawan oleh anak-anak nakal.” Ucap shinobi itu meremehkan tim Kakashi yang lewat.

“Aku yang akan pergi melawan mereka.” Ucap shinobi satunya. Kemudian perlahan-lahan tubuhnya menghilang.

Ketika berjalan di atas air di danau itu, tiba-tiba Kakashi merasakan sesuatu. Ia memberi isyarat kepada Obito dan Rin untuk berhenti. Tiba-tiba dari atas mereka muncul banyak musuh, dengan spontan Obito membentuk hand seal (segel);

Jurus Api! Bola Api Besar!!

RRUUUAAARRRR!!! Jurus api Obito membakar musuh-musuh itu, yang ternyata hanya berupa kagebunshin, lagi. Musuh sebenarnya perlahan-lahan muncul di belakang Rin. Ia nampak transparan. Lalu di depan Kakashi dan Obito pun muncul musuh yang lainnya.

Kakashi dan Obito berloncatan diantara pohon bambu yang digunakan sebagai pijakan untuk berpindah dengan cepat untuk menyerang si musuh. Kunai mereka dan kunai musuh saling beradu, TRAANKK!! TRANK!! TRANKK!!

Mereka berdua membalikkan tubuh ketika menyadari bahwa mereka dijebak, Rin sudah berada di tangan shinobi yang bisa transparan(?) itu, nampak terkulai lemas.
“Kami akan membawanya.” Ucap shinobi itu.


“Guh!”

“Tunggu!!” teriak Kakashi, namun, BOOFFFTT!! Dua shinobi itu menghilang. Melihat itu, Kakashi hanya dapat terdiam. Namun tidak dengan Obito, Ia berteriak ke arah kepulan asap bekas menghilangnya musuh,

“Kep*rat kau!!” teriaknya.

“Obito, biarkan saja mereka pergi!” ucap Kakashi. Mendengar ucapan pemimpinnya itu, Obito menghentikan larinya.

“Apa!? Apa kau bilang!?” Obito berjalan perlahan ke arah Kakashi, “Kau tidak melihat itu!?”

“Kita berdua akan tetap melanjutkan misi!” ucap Kakashi yang berniat taat pada peraturan dan regulasi, tidak mengulangi kesalahan yang diperbuat ayahnya.

“Rin! Bagaimana dengan Rin!?”

“Lupakan Rin sekarang. Musuh akan mengetahui tujuan kita, dan Rin tidak akan dibunuh.” Ucap Kakashi. “Selain itu, untungnya, Rin adalah ninja medis. Bahkan sebagai tawananpun, Ia akan diperlakukan dengan baik, selama dia merawat musuh yang menjadi korban.”

Obito mulai merasa kesal dengan semua omong kosong yang diucapkan Kakashi.

“Yang lebih penting adalah musuh mengetahui tujuan kita. Jika mereka tahu, mereka akan langsung menyiapkan serangan balik.” Ucap Kakashi lagi. “Jika itu terjadi misi akan jadi semakin sulit.”

“Apa yang kau katakan itu tidak memperlihatkan kau peduli dengan keselamatan Rin!” teriak Obito. “Jika mereka bukan orang yang berhati baik, apa yang akan terjadi!?

Yang lebih penting dari misi, adalah menyelamatkan Rin!!”

Kakashi terdiam sesaat, kemudian berkata, “Sebagai seorang shinobi, terkadang sangat penting untuk mengorbankan rekan tim untuk keberhasilan misi. Itu sudah menjadi peraturan.” Ucap Kakashi. “Jika misi gagal, perang akan berlangsung. Dan akan terjadi banyak pengorbanan…”

“Itu hanya spekulasi!!” ucap Obito. “Hanya untuk itu, kau dengan mudahnya membuang temanmu yang telah lama bersamamu!! Ketika kau dan aku terluka, dia menyelamatkan kita dengan kehebatan medisnya! Jika dia tidak ada, mungkin kita akan mati!”

“Itu memang sudah menjadi tugas Rin.” Ucap Kakashi dengan dingin dan tak berperasaan.

BUGHH!! Sebuah tonjokan dari Obito mendarat di wajah Kakashi, sampai-sampai pria bermasker(?) itu terjatuh ke tanah. “Aku sunggu tidak mengerti kau!!!”

“…Terserah, kau mau benci aku atau tidak, tapi aku masih tetap pemimpinmu.” Ucap Kakashi yang tidak nampak ada darah di bibirnya *ya iyalah, dia kan pake masker ==a*. “Kau harus menaati perintahku. Tidak peduli apapun yang terjadi, walau tim sudah pisah namun ada satu pemimpin. Oleh karena itu kau harus mengikuti pemimpin.” Kakashi masih berbicara tentang peraturan dan regulasi. “Baka, kau tidak mempunyai cukup kekuatan. Oleh karena itu, aku menjadi pemimpin tim ini.”

Obito meraih kerah baju(?) Kakashi dan menariknya ke atas, “Kalau itu masalahnya, kenapa kau menolak menolong Rin!? Hanya kau yang memiliki cukup kekuatan untuk menolong temanmu!!”

“Jika kau mengikuti emosimu dan meninggalkan misi, kau akan menyesal di kemudian hari.” Ucap Kakashi. “Oleh karena itu, peraturan shinobi adalah membunuh emosinya. Kau harus mengerti itu juga.”

Obito mencoba menahan emosinya yang meluap-luap, “…Rin… Rin memberikanmu bantuan medis karena mengkhawatirkanmu…” ucap Obito. “Dan dia mengobati luka didalamnya!”

“Bantuan medis dan jutsu medis juga membantu meningkatkan keberhasilan misi.” Ucap Kakashi yang sepertinya sedang beradu argument dengan Obito. “Itu adalah system brilian yang dirancang oleh Konoha…” ucap Kakashi. “Tetapi kemarin, bukankah sudah kukatakan? Jika kau menerima hal-hal yang tidak perlu, maka mereka hanya akan menjadi barang rongsokan di gudang.”

Kakashi terdiam sesaat.

“Hal yang paling penting untuk shinobi adalah menjadi alat kesuksesan misi.” Ucap Kakashi. “Emosi adalah sesuatu yang tidak penting.”



Obito terdiam sesaat, kemudian bertanya, “Apa kau serius?”

“…”

“Apa kau serius berpikir seperti itu!?”

“…” Kakashi mulai membayangkan sosok ayahnya, memikirkan bagaimana jika posisi ayahnya waktu itu adalah posisinya sekarang. Ia menunduk, memikirkan jawaban apa yang akan dikatakan ayahnya, dan jawaban apa yang akan dikatakannya. Kemudian dengan mantap Ia menengadah dan menatap Obito.




“Ya… itu benar.”

Obito melepaskan tangannya yang memegang kerah baju Kakashi, “Baiklah, dari awal kau dan aku memang seperti air dan minyak. Aku akan menyelamatkan Rin!” Obito pergi menjauh.

“Kau tidak mengerti apa-apa.” Ucap Kakashi. Langkah Obito terhenti. “…Apa yang akan terjadi bagi mereka yang tidak menaati peraturan…”

“Aku percaya bahwa Gigi Taring Putih adalah pahlawan yang sebenarnya.” Ucap Obito tanpa membalikkan badannya. Kakashi terkejut mendengar ucapan Obito.

“…”

“Tentu saja siapapun di dunia ninja yang melanggar peraturan adalah sampah, tapi…” Obito sedikit menoleh ke belakang, “Mereka yang tidak peduli dengan teman satu timnya… lebih rendah dari sampah.”

“Oleh karena itu, karena aku adalah sampah, aku akan melanggar peraturan.” Ucap Obito dan berjalan meninggalkan Kakashi. “Jika tidak menjadi shinobi yang sesungguhnya, … lalu aku akan menghancurkan pendapat tentang shinobi.”


Bersambung ke: Kakashi Gaiden Chapter 4
Untuk Copastser tolong cantumkan juga:
http://esti-widhayang.blogspot.com/ juga ya ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar