Senin, 10 Juni 2013

Versi Teks Date a Live episode 5 bagian 3

Shido berpura-pura duduk sambil melihat ke jendela ketika Tobiichi kembali. Ia membalikkan wajahnya tanpa dosa. “Ce-cepatnya…eh?”

“Ada apa?” tanya Tobiichi. Shido terkejut melihat Tobiichi yang belum berpakaian dan masih memakai handuk.

“U-um..” Tobiichi duduk di dekat Shido, dan Shido langsung menjauh.

“Kenapa?”

“Kenapa katamu?” tanya Shido. Tobiichi mendekat lagi dan Shido hanya bisa pasrah.


“Kita masih belum terhubung dengan Shido?” tanya Kotori.

“Sepertinya ada alat pengganggu sinyal yang cukup kuat.” Ucap si assisten komandan. “Bahkan TAR HQ tidak bisa menembusnya…”

Kotori menggenggam lollipopnya dengan geram, “Apa-apaan dengan gadis itu?!”



“Aku ingin bertanya sesuatu..” ucap Tobiichi pada Shido. “Saat operasiku, aku yakin aku melihatmu…” Tobiichi teringat ketika tembakannya mengenai Shido waktu itu. “Sebenarnya… kau itu apa?”

Shido memilih jawabannya, sepertinya Tobiichi sedang salah paham. “Tobiichi, pernahkah kau berbicara dengan Spirit?”

Hadeeh, Shido manggil “Tobiichi “ lagi. -_-

“Itu tidak perlu.” Sahut Tobiichi.

“Aku sudah pernah melakukannya.” Ucap Shido. “Bukan hanya Tohka, bahkan Yoshino―Spirit yang kau sebut Hermit, juga.”

“Itu berbahaya.” Ucap Tobiichi. “Berhentilah melakukannya.”

“Hanya butuh sedikit bicara…” ucap Shido. “Saat mereka datang, cobalah ajak mereka bicara. Tentu saja diluar sana mungkin ada Spirit yang jahat juga, tapi Tohka dan Yoshino…  aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi mereka adalah Spirit yang baik! Mereka sungguh baik!”

“…”

“Aku ingin menyelamatkan Yoshino, dan aku ingin kau menerima Tohka.” Ucap Shido. “Dan diwaktu yang sama… Origami, aku tidak ingin kau membunuh mereka!”

“…”

“Kau juga orang yang baik! Pada dasarnya tidak ada orang yang jahat…” ucap Shido. “Jadi mengapa semuanya malah jadi begini?!”

“Tidak ada pilihan lain.”

“Eh?”

“Meski kau benar dan Hermit tidak menyerang, masih ada getaran ruang sebagai efeknya.” Ucap Tobiichi. Shido ingin menyangkal hal itu, namun tiba-tiba ponsel Tobiichi bordering,

“Misi.” Ucap Tobiichi. “Cepatlah pergi ke penampungan.”

“Tobiichi!” panggil Shido. “Satu hal lagi…” ucapnya. “Jika situasinya seperti Tohka, Spirit yang kehilangan kekuatannya, kau tak akan menyerang mereka lagi, kan?”

“Aku tidak tahu seberapa kemungkinannya,” ucap Tobiichi. “Tapi, aku tidak bisa melanggar perintah dari atasan dan melakukan sesuatu sesukaku.”

“Terima kasih…” ucap Shido. “Saat ini hanya itulah yang ingin kudengar.”

Di sisi lain, para anggota TAR terus menembakkan serangan ke arah Spirit Yoshino yang bahkan sama sekali tak melawan. Ia hanya berusaha menghindar dari serangan mereka. Namun pada satu titik, Yoshino lengah dan terkena tembakan yang membuat dirinya roboh.

“Yosh, mari kita habisi dia.” Ucap sang kapten TAR. Mereka menembakkan peluru ke Yoshino. Karena sudah tidak sempat menghindar, Yoshino mengeluarkan apa yang dia tidak ingin keluarkan,

“Zadkie!!”

“Apakah berhasil?” tanya sang kapten TAR. Tobiichi terkejut ketika menyadari mereka tidak berhasil, dan justru memancing monster es keluar. “Ap—.. itu…”

“Malaikat…” ucap Tobiichi.



Monster itu menghembuskan nafasnya yang membuat semuanya menjadi beku. TAR terus mencoba menembak otak dari monster itu, tentu saja sang Spirit, namun ada semacam pelindung yang melindunginya.

Monster itu mengumpulkan kekuatan di mulutnya, lalu menembakkannya ke anggota TAR yang menembakinya. Yang ditembak memang tidak membeku, namun pelindung merekalah yng membeku, sehingga seolah mereka terkurung dalam bola es.

Kapten TAR kaget melihat itu, “Dia membekukan perisai mereka??!!”

Monster itu lalu melesat pergi ke tempat lain, sepertinya mencoba untuk tidak memakan lebih banyak korban, tapi kapten TAR berpikiran lain.

“Kejar mereka!!” perintahnya.

“Yoshino!!” di antara gedung-gedung yang tinggi, terdengar suara Shido memanggil Yoshino. “Yoshino!”

“Shi…do-san…”

Shido mengambil sesuatu dari tas misterius yang sejak tadi dibawanya, “Yoshino, aku punya sesuatu untuk—“

SSSHHUUUU~ BLAAARRRR!!
Tiba-tiba dari belakang Shido muncul sebuah tembakan yang mengarah tepat ke monster es milik Yoshino. Ketika Shido berbalik untuk melihat siapa yang melakukan itu, Ia terkejut melihat Tobiichi sudah siap dengan tembakan berikutnya.

“Hei kau yang disana! Ini berbahaya! Cepat evakuasi!” ucap kapten TAR pada Shido.

Monster es milik Yoshino mengamuk dan nampaknya mulai lepas kendali. Ia mengumpulkan kekuatannya di mulutnya lagi dan bersiap menembakkannya. Namun, yang ada di depan monster itu sekarang adalah Shido…

Jauh dari sana, Tohka yang sedang berlari mencari Shido terkejut ketika melihat sebuah monster di tengah kota. Dan yang lebih membuatnya terkejut adalah monster yang lepas kendali itu sudah siap menyerang Shido. “Shido!!”

“Tidak… kalau begini kau tidak mungkin selamat…” ucap Tohka. Ia lalu menghentakkan kakinya, “Sandalphon!! Sandalphon!!” namun tidak ada yang terjadi. “Sandalphon! Sandalphon! Ayolah… keluarlah!! Sandalphon!!”

Sementara Tohka berusaha mengeluarkan Sandalphon-nya, monster es itu  sudah selesai mengumpulkan kekuatannya. Shido sudah memejamkan matanya…

Lalu..

BLAAARRRRR!!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar