Rabu, 12 Juni 2013

Versi Teks Date a Live episode 6 bagian 1


Para anggota TAR pada episode ini mendapat serangan misterius yang tidak diketahui asalnya. “Komunikasi kita dikacaukan!” “Serangan bertubi-tubi dari segala arah!” Kapten TAR menerima laporan melalui microphonenya. “Medis! Medis!” “Memohon bantua—“

CRRRRZZZTT!!
Komunikasi semua anggota terputus. Kapten TAR itu menutup matanya, sekitar 7 serangan menyerangnya sekaligus.

“Kenapa?! Kenapa jadi seperti ini?!”

Pemandian air panas, tempat dimana air panas menjadi hiburan di bumi. Laki-laki senang mengunjungi tempat itu dan memasukinya tanpa membawa apa-apa. Tidak ada yang bisa mencegah itu.



“Pemandian air panas?” tanya Kotori pada Shido melalui sebuah komunikasi yang terhubung ke monitor di Fraxinus.

“Ya. Tohka dan Yoshino ingin pergi ke tempat itu.” Ucap Shido.

“Ya~ baiklah. Aku akan segera memesankannya.” Ucap Kotori. “Kita harus menuruti keinginan para Spirit itu, huh…” Kotori menghela nafas. “Menolak hanya akan menimbulkan masalah.”

“Terima kasih.”

“Jadi, ke pemandian mana?”

“Ke pemandian air panas Tenguu Gokuraku.” Sahut Shido.

“Ooo, pemandian air panas?” tanya si wakil komandan. “Mau ikut?” tanyanya pada Kotori. “Saya akan menggantikan anda, jadi anda bisa ikut bersama mereka!”

“Heh… enak saja…” ucap Kotori.

“Apa anda sudah gila?!” bentak asisten komandan itu. “Kita bisa berada dalam masalah jika tubuh anda tidak sehat!” wajah Kotori sedikit memerah. “Anda harus pergi ke pemandian air panas itu!” wajah asisten komandan itu tiba-tiba juga ikut memerah.

“Apa sebenarnya yang kau pikirkan?!”

“Bu-bukan…” ucap wakil komandan itu. “Saya belum pernah mencoba menggunakan kamera-kamera pengintai kita~” wajahnya langsung berubah mesum. “Saya juga belum pernah menggunakannya untuk memotret tubuh anda, yang masih berkembang, seperti buah yang matang! Belum pernah~”

“Eh?” tangan si wakil komandan sudah terkunci rapat oleh siku dua orang bodyguard berotot. “Ko-Komandan~!! Ampuni aku!! Jangan hukum aku~ kumohon jangan hukum aku!!” mata wakil komandan itu berlinang dan Ia gemetaran.

“Aku akan memberimu tugas, dan hanya kau yang bisa melakukannya.” Ucap Kotori. “Galilah seharian tempat yang nanti kuberitahu,”

“He?”

“Jika sudah selesai, masukkan lagi tanahnya lalu gali lagi.” Ucap Kotori. “Lakukan itu selama seminggu.”

Wakil komandan itu berbinar-binar. Mungkin karena Kotori mengatakan ‘hanya kau yang bisa melakukannya’. Atau mungkin karena hukumannya tidak begitu berat. Ia lalu diseret pergi oleh dua bodyguard tadi.

“Pergi ke pemandian bersama Kakak, huh?” gumam Kotori.

                                                             -----Datea Live-----
---Armada Tenguu---

“Kami mendapat pesan dari GHQ, bahwa mereka akan mengirim pasukan tambahan. Mereka adalah penyihir yang hebat, tidak sepertimu.” Ucap seseorang kepada kapten TAR di sebuah ruangan di markas TAR. “Jangan sampai kalah melawan penyihir biasa. Tapi kau mungkin bisa belajar beberapa hal dari mereka nantinya. Mengerti?”

“Dimengerti!” ucap kapten TAR memberi hormat pada orang itu, lalu melangkah keluar ruangan itu.

nb: mungkin saya lupa memberitahunya, semua anggota TAR itu perempuan termasuk kaptennya. ~

“GYYYYAAAAHHH!!!” di ruangannya, kapten TAR itu mengamuk setelah diceramahi oleh orang tadi. Poster-poster tempat berlibur nampak terpajang di dinding ruangannya.

“A-anoo, kapten…” salah seorang anggota masuk.

“Apa?!”

“Ini tentang perjalanan wisata kita.” Ucapnya.

Ekspresi kapten TAR itu langsung berubah cerah, “Ho, ya~ wisata 13 pemandian rahasia dengan fasilitas pemandangan daratan dan lautan, kan?”

Anggota TAR tadi nampak gelisah dan memainkan kedua jari telunjuknya, “Ano… itu… masalahnya adalah…”

“Ya? Ya?”

“Tingkat penyerangan Spirit akhir-akhir ini meningkat drastis.”

JLEB. “A-apa… katamu?” ekspresi kapten itu jadi sangat menyeramkan, sampai anggotanya itu mundur beberapa langkah,

“Ka-karena itulah… perjalanan kita dibatalkan.”

Saking kesalnya, kapten TAR itu melemparkan kertas-kertas di mejanya ke luar jendela, dan entah bagaimana kertas ringan itu sampai memecahkan kaca. “Sialan kau, Spirit!!”




 “I-Izinkan saya menyelesaikn ucapakan saya, kapten.”

“Heh?”

“Meskipun tidak sama seperti wisata kita, namun kami, para gadis TAR, ingin berterima kasih atas kerja keras anda selama ini.” Ucap anggota TAR itu. “Karena itu kami mengundang anda untuk berwisata ke pemandian air panas Tenguu Gokuraku! Kami ingin anda bersantai sekali-sekali. Bagaimanapun juga, itu hanya ide yang kami usulkan.”

Kapten itu langsung berseri-seri. Ia melompati meja dan lalu memeluk anggotanya itu. “Luar biasa! Kerja bagus! Aku akan menominasikanmu untuk mendapat kenaikan pangkat!”


 
“Ti-tidak,…Saya tidak akan mati, kan?”

Tobiichi membeli sebuah minuman kaleng dari sebuah mesin penjual minuman di markas mereka. Saat itulah temannya yang tadi masuk ke ruangan kapten datang,

“Semuanya~! Kapten sudah mengatakan setuju~”

“Yay! Pemandian air panas~!!” anggota-anggota TAR yang lainnya bersorak.

“Aku keberatan.” Ucap Tobiichi yang membuat semuanya terdiam dan memandangnya. “Jika kita punya banyak waktu luang, akan lebih baik kalau kita berlatih.”

“Ah, ayolah~” ucap salah seorang anggota. Saat itu telepon Tobiichi bordering. Dan dari foto kontaknya, yang menelpon adalah Shido. Entah darimana Tobiichi mendapatkan foto itu.

Wajah Tobiichi memerah saat mengangkat telepon Shido, “Halo?”

“Ah, ini aku.” Ucap Shido. “Apa aku boleh meminjam bukumu yang waktu itu untuk 1 atau 2 hari lagi?”

“Tidak masalah. Tapi, untuk apa?”

“A-h… sepertinya aku membutuhkannya untuk—“

“Shido, ayo cepat kita pergi ke pemandian air panas Gokuraku!” tiba-tiba terdengar suara Tohka di panggilan itu yang membuat Tobiichi nampak agak kesal.

“Oi, jangan mendorong-dorong!” ucap Shido. “Ne, maaf Origami. Sampai nanti!”

Saking kesalnya Tobiichi, Ia meremukkan kaleng minuman yag tadi dibelinya, hingga isinya tumpah keluar.


 
Anggota TAR yang lain hanya bisa merinding ketakutan melihat amarah Tobiichi.


Tohka, Yoshino, Shido, dan Reine berada di dalam sebuah mobil yang dikendarai oleh Reine menuju ke pemandian air panas. Tohka dan Yoshino yang sebelumnya belum pernah naik mobil, terkagum dengan pemandangan fatamorgana yang diciptakan saat kita duduk di dalam mobil. (Maksud saya adalah pemandangan dimana pohon-pohon terlihat seolah begerak melewati kita).

“Hebat~!!” ucap Tohka.

“Begitu, ya. Ini pasti pertama kalinya kalian naik mobil seperti ini…” ucap Shido. Ia lalu mengelus-elus kepala Yoshino, “Yosh yosh, jangan sampai mabuk darat, ya?”

Tohka dan Yoshinon langsung melirik ketika Shido melakukan itu. “Shi..Shido…” panggil Tohka. “Shido!”

“Eh? Aku tidak bisa mencapaimu.” Ucap Shido. Ia duduk di bangku ketiga, sementara Tohka ada di bangku pertama, di dekat Reine yang menyetir.

 “Kenapa kau bisa melakukannya pada Yoshino tapi padaku tidak?!”

“Yang ingin duduk di depan kau sendiri, bukan?”

“Uh… tapi kan..”

“Shido-kun, Shido-kun!” ucap boneka Yoshinon. “Yoshinon juga~!!”

“Hah?” Tohka melirik.

“Ah, baiklah.” Shido lalu mengelus-elus Yoshinon juga. Tohka jadi semakin kesal dan cemberut.

Yoshino melihat ke luar jendela dan bertanya tentang apa yang dilihatnya disana, “Shido-san… yang berputar itu apa?”

“Ah, itu barber.” Sahut Shido.

“Keren!” ucap Yoshino.

“Kalau yang itu?” tanya Yoshinon. Tohka jadi semakin kesal, Ia bahkan tidak bisa berbicara dengan Shido dari jarak seperti itu.

“Oh, itu adalah—“

“UGYYYAAAA!!!! AAAAAAAA!!!” Tohka menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal. Lama-kelamaan dasar mobil yang Ia hentak-hentakkan berlubang, yang menyebabkan hentakan kaki Tohka mengenai tanah,

Lalu…



BLAAAARRRRR!!! Ledakan dan lubang yang cukup besar, meskipun tidak dihasilkan dari gempa luar angkasa.

Ledakan itu mampu menghancurkan beberapa tempat dan fasilitas di kota.

                                        



Tidak ada komentar:

Posting Komentar