Minggu, 25 Agustus 2013

Versi Teks Defense Devil Chapter 19


Di Perbatasan antara Event Horizon dan Dunia Manusia…
Seorang gadis dari dunia iblis dengan ular di belakangnya, berhadapan dengan seorang pastor di depannya. Mereka berdua berada di antara perbatasan Event Horizon dan dunia manusia. Berkomunikasi seakan berada di tempat yang sama.

“Aku sudah memberikan nama si target kepadanya.” Ucap si pastor pada wanita dari dunia iblis itu. “Tapi apa tidak masalah? Informasi sebesar itu─”

“ ‘Dia’ hanyalah seekor anak ayam yang belum bisa mandiri.” Potong si wanita. “Kalau dia anak singa, dia akan memanjat sendiri tebing rintangan itu, kan…” ucapnya. “Padahal terjadi perubahan besar di dunia setan… tapi Ia hanya memperhatikan dunia manusia saja. Harus ada seseorang yang memberinya pelajaran.” Ucap perempuan itu terkekeh. “Selain itu… sang ‘nona’ mempunyai sesuatu yang kuat dalam dirinya, kan?”

Si pastor membenarkan posisi kacamatanya. “Kita akan membuka… kedua mata mereka.”

“Kita tunggu saja selama… pertemuan keduanya hari ini…” ucap si wanita iblis.

“Ini akan membawa awal yang baru bag dunia setan.”

Jumat, 23 Agustus 2013

Versi Teks Defense Devil Chapter 18

“Tidak salah lagi… Dark Matter pernah digunakan disini…” ucap Idamaria yang baru sampai di sebuah tempat dimana Kucabara dulu pernah tercebur dan Paul menyelamatkannya. “Dasar bodoh. Jangan pikir kau bisa lolos dariku, Kucabara.”

Kamis, 15 Agustus 2013

Versi Teks Defense Devil Chapter 17

-Dunia Manusia-

“Pastor, sudah kubilang ini bukan sebuah permainan…!” ucap seorang polisi kepada seorang Pastor. “Kenapa harus meminta tolong kepada orang seperti ini?! Apa yang dipikirkan atasanku, sih?!” pikir polisi itu.

“Apa kita harus memecahkan masalah ini dengan Exorcist*? Parahnya lagi dia biarawati!” ucap polisi itu lagi.
*) Exorcist secara harfiah artinya dukun. Yang sudah nonton anime Ao no Exorcist pasti lebih paham.

“Di tempat ini telah terjadi lebih dari sepuluh kasus kecelakaan yang penyebabnya tidak jelas,” ucap si Pastor sambil tersenyum. “Fenomena yang sangat tidak masuk akal butuh pembasmian yang tidak masuk akal juga, kan?”

Seorang perempuan memasuki garis polisi yang dipasang di tempat kecelakaan, dengan membawa sebuah pedang.

“Pak polisi, anda jangan cemas.” Ucap Pastor itu lagi. “Idamaria dulu adalah murid terbaik Vatikan.” Ucap Pastor itu sambil menatap gadis bernama Idamaria itu.

Rabu, 14 Agustus 2013

Versi Teks Hataraku Maou-sama! episode 1 bagian 4


Sebelumnya: episode 1 bagian 3
Maou menggoreng kentang, meniriskannya, dan membumbuinya dengan lada hitam, lalu menaruhnya di bungkus.

“Maou-san keren!” ucap rekan kerja Maou. “Kau bahkan punya ide soal bubur bayi itu…”

“Ah, yang tadi? Jika kau menggunakan waktu luangmu untuk melayani pelanggan dengan ekstra, hal itu akan baik untuk kedepannya.” Ucap Maou.

“Aku kagum padamu, Maou-san!” ucap rekan kerja Maou itu. “Sudah seperti karyawan tetap!”




“Mah… meskipun aku… kerja sambilan, ya…” ucap Maou.

Versi Teks Hataraku Maou-sama! episode 1 bagian 3

Sebelumnya: episode 1 bagian 2

“Heh..” Maou menghela nafas panjang di ruang tunggu di sebuah rumah sakit pusat. “Ternyata tubuh ini butuh asupan makanan…” ternyata itulah penyebab pingsannya sang raja Iblis.

“Ini kan tubuh manusia.” Sahut Alsiel yang sudah puas makan saat di kantor polisi.

“Apa mereka pikir satu buah infus itu setimpal dengan biaya kos kita selama sebulan?!” ucap Maou memaki-maki rumah sakit itu. “Jadi, inilah yang mahkluk bumi sebut dengan pemerasan…”

“Tapi, ya, tanpa bantuan ibu kos, kita tidak mungkin bisa dibawa kesini.” Ucap Alsiel. “Lagipula, asuransi kesehatan yang akan menanggu─”

“Bagaimanapun juga, kita butuh uang untuk hidup di dunia manusia ini.” Ucap Maou menggoyang-goyangkan kakinya dan terliht seperti pemuda biasa. “Aku bahkan sudah tak kuat menggunakan sihir lagi. Tapi, ada satu cara…”

“Apa itu?”

Versi Teks Hataraku Maou-sama! episode 1 bagian 2


Kedua iblis itu berakhir di kantor polisi. Mereka di pisahkan di ruang yang berbeda untuk di tanyai.

“Ah.. jadi…” polisi 1 mencoba berkomunikasi dengan sang raja iblis. “Thisu isu… katsudon, okay? (This is… katsudon, okay?).” ucapnya menjelaskan nama makanan yang tersedia di depan mereka.

“Khatsu… dum?” ucap raja iblis.

“Yes.. yes…” ucap si polisi.

Mata raja iblis itu berubah menjadi merah, dan seakan menggunkan infra merah, Ia memeriksa makanan itu dengan matanya itu.
“Daging hewan yang dibalut adonan tepung kemudian digoreng… saat dimasak, adonan telur ditaruh di atasnya… ini sudah dingin tapi dihangatkan kembali…” pikir raja iblis itu.

“Yah, sebenarnya kami dilarang memberi makanan…” ucap si polisi. “Tapi anggaplah ini kebaikan dariku karena kalian terluka.”

Raja iblis itu memandang mata polisi itu dengan tajam. “Aku butuh segala informasi tentang dunia ini…” ucapnya.

Mata polisi itu tiba-tiba menjadi sayu, dan Ia seolah-olah terhipnotis. “Ya. Baiklah…” ucap polisi itu.

“Jawab pertanyaanku.”