Minggu, 29 September 2013

Versi Teks Defense Devil Chapter 21


Wajah Idamaria memerah mendengar ucapan Kucabara barusan. “A-apa maksudmu dengan… kau peduli padaku?!” Ia berbalik.

Sementara itu, Bichiura menatap mereka berdua dengan tatapan jijik. Wajah keduanya sama-sama memerah, jelas sekali apa maksudnya.

“I-ini bohong, kan, tuan?! Kau tidak… menyukai gadis itu,… kan?” Bichiura keheranan.

Rabu, 25 September 2013

Versi Teks Defense Devil Chapter 20





“Kekeke…” iblis di atas gedung itu tertawa terbahak-bahak. “Jadi kau ada disini selama ini…” ucapnya melihat ke arah Kucabara dan Idamaria.

“Mahkluk apa itu?” pikir Kucabara. “Iblis…?”

“Hei kau, iblis kotor! Kau memanggil sekutumu kesini, ya?!” tanya Idamaria yang langsung menuduh Kucabara.

“He?” Kucabara terdiam. Ia masih belum mengerti kenapa semua itu dilimpahkan padanya. “Tu-tunggu, ini kesalahpahaman!” ucapnya pada Idamaria. Idamaria menebaskan pedangnya ke arah Kucabara, dan Kucabara mencoba menghindarinya.

“Diam!!” ucap Idamaria, masih menebaskan pedangnya. “Aku tidak mau ditipu oleh kata-katamu itu lagi!!! Bersiaplah, Kucabara!!!”

“Gyaaa!!” Kucabara terus berlari menghindari serangan mematikan Idamaria.

“Itu bukan Shinigami.. hanya sejenis iblis biasa…” pikir Bichiura melihat iblis itu tanpa sedikitpun niat menolong tuannya. “Mungkinkah… Iblis itu mengincar tuanku?”

“Majulah!” perintah iblis yang di tengah kepada dua iblis disampingnya, kemudian kedua iblis itu maju menyerang dengan senyum licik terpasang di wajah mereka.

Minggu, 25 Agustus 2013

Versi Teks Defense Devil Chapter 19


Di Perbatasan antara Event Horizon dan Dunia Manusia…
Seorang gadis dari dunia iblis dengan ular di belakangnya, berhadapan dengan seorang pastor di depannya. Mereka berdua berada di antara perbatasan Event Horizon dan dunia manusia. Berkomunikasi seakan berada di tempat yang sama.

“Aku sudah memberikan nama si target kepadanya.” Ucap si pastor pada wanita dari dunia iblis itu. “Tapi apa tidak masalah? Informasi sebesar itu─”

“ ‘Dia’ hanyalah seekor anak ayam yang belum bisa mandiri.” Potong si wanita. “Kalau dia anak singa, dia akan memanjat sendiri tebing rintangan itu, kan…” ucapnya. “Padahal terjadi perubahan besar di dunia setan… tapi Ia hanya memperhatikan dunia manusia saja. Harus ada seseorang yang memberinya pelajaran.” Ucap perempuan itu terkekeh. “Selain itu… sang ‘nona’ mempunyai sesuatu yang kuat dalam dirinya, kan?”

Si pastor membenarkan posisi kacamatanya. “Kita akan membuka… kedua mata mereka.”

“Kita tunggu saja selama… pertemuan keduanya hari ini…” ucap si wanita iblis.

“Ini akan membawa awal yang baru bag dunia setan.”

Jumat, 23 Agustus 2013

Versi Teks Defense Devil Chapter 18

“Tidak salah lagi… Dark Matter pernah digunakan disini…” ucap Idamaria yang baru sampai di sebuah tempat dimana Kucabara dulu pernah tercebur dan Paul menyelamatkannya. “Dasar bodoh. Jangan pikir kau bisa lolos dariku, Kucabara.”

Kamis, 15 Agustus 2013

Versi Teks Defense Devil Chapter 17

-Dunia Manusia-

“Pastor, sudah kubilang ini bukan sebuah permainan…!” ucap seorang polisi kepada seorang Pastor. “Kenapa harus meminta tolong kepada orang seperti ini?! Apa yang dipikirkan atasanku, sih?!” pikir polisi itu.

“Apa kita harus memecahkan masalah ini dengan Exorcist*? Parahnya lagi dia biarawati!” ucap polisi itu lagi.
*) Exorcist secara harfiah artinya dukun. Yang sudah nonton anime Ao no Exorcist pasti lebih paham.

“Di tempat ini telah terjadi lebih dari sepuluh kasus kecelakaan yang penyebabnya tidak jelas,” ucap si Pastor sambil tersenyum. “Fenomena yang sangat tidak masuk akal butuh pembasmian yang tidak masuk akal juga, kan?”

Seorang perempuan memasuki garis polisi yang dipasang di tempat kecelakaan, dengan membawa sebuah pedang.

“Pak polisi, anda jangan cemas.” Ucap Pastor itu lagi. “Idamaria dulu adalah murid terbaik Vatikan.” Ucap Pastor itu sambil menatap gadis bernama Idamaria itu.

Rabu, 14 Agustus 2013

Versi Teks Hataraku Maou-sama! episode 1 bagian 4


Sebelumnya: episode 1 bagian 3
Maou menggoreng kentang, meniriskannya, dan membumbuinya dengan lada hitam, lalu menaruhnya di bungkus.

“Maou-san keren!” ucap rekan kerja Maou. “Kau bahkan punya ide soal bubur bayi itu…”

“Ah, yang tadi? Jika kau menggunakan waktu luangmu untuk melayani pelanggan dengan ekstra, hal itu akan baik untuk kedepannya.” Ucap Maou.

“Aku kagum padamu, Maou-san!” ucap rekan kerja Maou itu. “Sudah seperti karyawan tetap!”




“Mah… meskipun aku… kerja sambilan, ya…” ucap Maou.